Monday, September 12, 2011

PLTN: Pengembangan sejak 60 tahun yang lalu

Energi nukir pertama dimulai dengan berhasilnya dioperasikan reaktor nuklir yang pertama kali membangkitkan listrik dari PLTN percobaan EBR-I pada 20 Desember 1951 di Arco, Idaho, Amerika Serikat.  Selanjutnya pada 27 Juni 1954, PLTN pertama dunia yang menghasilkan listrik untuk jaringan listrik (power grid) mulai beroperasi di Obninsk, Uni Soviet.  Setahun kemudian di  Calder Hall Inggris pada 17 Oktober 1956   berhasil juga mengoperasikan PLTN skala komersil pertama.
Akhirnya PLTN berkembang terus, tercatat bahwa di tahun 1960 kapasitas PLTN terpasang masih kurang dari 1 gigawatt (GW) menjadi 100 GW di akhir 1970-an, dan 300 GW di akhir 1980-an dan mencapai 366 GW tahun 2005. Sejarah pengembangan PLTN sampai tahun 2005 dapat diilustrasikan pada gambar di bawah ini,

PLTN: Sumber Energi Listrik yang tetap dibutuhkan

Saat ini tipe PLTN yang paling banyak dibangun di dunia adalah jenis Reaktor Air Ringan ( Ligth Water Reactor, LWR). PLTN tipe LWR secara prinsip dibagi atas dua jenis, yakni PLTN tipe BWR (Boiling Water Reactor) dan PLTN tipe PWR (Pressurized Water Reactor). Kejadian Fukusima yang terjadi pada PLTN di Jepang adalah PLTN tipe BWR. Apa yang terjadi pada bencana alam di Fukusima secara global belum mempengaruhi pengembangan energi nuklir dunia. Perencanaan akan terjadi ke depan sampai tahun 2100 menunjukkan PLTN tetap dibutuhkan sebagai salah satu sumber energi nuklir dunia. Hasil scenario yang diperkirakan oleh INPRO (Internarional Project on Nuclear Reactors and Fuel Cycles) menunjukkan bahwa PLTN yang dibutuhkan pada tahun 2050 sebesar 1000 GWe (scenario rendah) dan 1500 GWe (scenario tinggi) dan pada tahun 2100 akan menjadi 2500 GWe (scenario rendah) dan 5000 GWe (scenario tinggi). 
Dengan membuat suatu projek GAINS (Global Architecture of Innovative Nuclear System), tipe PLTN yang ditargetkan adalah Advanced LWR (ALWR)  dan Fast Breeder Reactor (FR) akan dibangun seperti perkiraan dalam gambar berikut,
Pembahasan ini selanjutkan akan dibawa dalam suatu General Conference INPRO -IAEA pada tanggal 21 September 2011.

PLTN dengan tipe Maju dan Introduksi konsumsi bahan bakar nuklir secara berulang akan menjadi prioritas di masa depan.

Itulah sekedar informasi yang perlu diikuti sebagai suatu perkembangan dunia nuklir masa depan.

Thursday, September 8, 2011

SEKILAS PLTN DUNIA DAN BAHAN BAKAR URANIUM DUNIA

Untuk menggambarkan secara gamblang tentang PLTN dunia berikut ini diperlihatkan beberapa informasi dalam gambar,

1. Perkembangan jumlah dan kapasitas total PLTN yang terpasang di dunia rentang tahun 1980 - 2010

2. Peran PLTN dalam sumbangan kelistrikan di beberapa negara pada tahun 2010



3. Sumbangan PLTN sebagai pembangkit listrik di beberapa negara yang beroperasi pada tahun 2009

4. Untuk mengoperasikan PLTN dunia ini membutuhkan bahan bakar dasar berupa 'yellow cake' berupa U3O8 yang diproduksi dalam suatu pabrik dan menjadi barang komoditi yang dijual di pasar bahan bakar uranium lebih lanjut. Beberapa negara telah memproduksi 'yellow cake' ini dalam jumlah tertentu sebagai berikut,
5. Harga spot market yang diperjualkan di dunia memiliki fluktuasi harga internasional sebagai berikut,
Sebagai langkah awal, beberapa gambar tersebut mudah-mudahan sudah sedikit berbicara tentang keadaan status PLTN dan bahan bakar uranium yang dipasarkan berupa 'yellow cake'

SEPATAH KATA

Bismillahirahamanirahim
Alhamdulillah, kami baru menyadari bahwa fasilitas blogspot kiranya bisa digunakan sebagai media untuk memberi kebaikan dan amal bagi kita dalam segala bidang yang diminati. Blogspot ini merupakan salah satu dari jutaan blogspot yang ada di dunia maya. Blogpsot ini ditujukan untuk memberikan informasi dan pendapat dalam bidang energi nuklir secara global.
Energi nuklir atau sering juga disebutkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan energi yang digali dengan menggunakan teknologi tinggi dengan tingkat ketelitian peralatan yang sangat tinggi. Untuk memasuki teknologi energi nuklir memerlukan tingkat ilmu dan teknologi yang tinggi dan budaya keselamatan kerja yang sangat disiplin. Tentunya, 'team work' yang sangat solid. Idealisme ilmu dan teknologi  perlu dijaga dalam melakukan penelitian dan pengembangan teknologi energi nuklir. Kami hanya ingin mengutip dan mengamati apa yang diperhatikan oleh Almarhum Prof. Dr. Parangtopo yang menjadi Guru Besar Fisika Universitas Indonesia di era tahun 90an bahwa dalam setiap menghadiri undangan seminar tentang PLTN tahun 90an, beliau tidak pernah menanyakan masalah asal dan desain teknologinya dari mana, tetapi beliau hanya menekankan jangan ada korupsi di dalamnya karena bila terjadi korupsi maka ketelitian peralatan mesin nuklir akan berkurang yang akhirnya akan membawa keburukan dan tidak akan beroperasi yang sesuai.
Pada akhirnya, pada kesempatan ini selanjutnya kami hanya sekedar memberikan sumbangan informasi yang bersifat netral kepada pembaca yang berminat. Kami tentunya menerima segala kritik yang membangun dan bila mungkin kita bisa berkomunikasi lewat blogspot ini.

Wassalam,